Berdiri pada tahun 1985, pondok pesantren ini merupakan pondok pesantren pertama yang dibangun di wilayah kecamatan Arjasa Situbondo tepatnya di desa Kedungdowo. Berdirinya pesantren ini tidak terlepas dari campur tangan para sesepuh desa seperti alm. Haji Hasyim, dan alm. Kiai Sudjono. sebelum menjadi sebuah pesantren disini sudah dibangun sebuah langgar (surau) yang biasa digunakan untuk memberi pelajaran baca tulis al'quran bagi anak di sekitar desa kedungdowo dengan pengajarnya yakni kiai Sudjono sendiri. untuk tahun pendirian langgar oleh kiai sudjono belum diketahui secara pasti, tapi menurut para sesepuh desa langgar tersebut sudah didirikan sejak perang kemerdekaan.
pondok pesantren Siqqotul Mutawakkilin baru didirikan pada tahun 1985 berdasarkan prakarsa dari Alm. haji Hasyim. saat itu Kiai sudjono menjodohkan putrinya dengan seorang pemuda santri lulusan pondok pesantren Sidogiri Pasuruan. melihat kadar keilmuwan dari menantu kiai sudjono utamanya dalam bidang keagamaan, maka Alm. haji hasyim berniat untuk mendirikan sebuah pesantren yang mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan, tidak hanya sekedar baca tulis al-quran. beliau benar-benar mewujudkan keinginannya untuk mendirikan sebuah pondok pesantren. tidak tanggung-tanggung, beliau mewaqafkan sebagian tanahnya untuk tempat didirikannya pesantren yang ia impikan.
karena minimnya pengetahuan akan pengelolaan sebuah pesantren maka Alm. haji hasyim menyerahkan kepemimpinan pondok pesantren yang ia bangun kepada menantu kiai Sudjono yakni ustadz Mahfudz syarif.
dibawah kepemimpinan ustadz muda ini pondok pesantren siqqotul mutawakkilin berkembang hingga tingkat nasional. ini terlihat dari seringnya ustadz muda ini mendapat undangan dari pusat untuk menghadiri acara-acara resmi kenegaraan. mulai dari masa presiden suharto sampai masa pemerintahan ibu megawati.
karena kesederhanaannya tidak banyak khalayak umum yang mengetahui sosok ustadz muda ini. satu pesan yang pernah penulis terima ialah "jika engkau ingin dicintai orang lain dan masyarakat maka jagalah perkataanmu dan biasakan tersenyum walau senyum itu untuk orang yang sangat membencimu
".
banyak lulusan dari pondok pesantren ini yang pada akhirnya juga membuka pondok pesantren di wilayah masing-masing. ini membuktikan bahwa pondok pesantren ini tidak hanya membimbing untuk perorangan saja, melainkan juga melatih para santrinya untuk menyebarkan ilmu yang telah didapatkannya kepada masyarakat luas.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar